Telepon

(0724) 327765

Alamat

Jl. Jendral Sudirman No. 01 Kotabumi, Lampung Utara 34516

Vaksinasi Lampung Direncanakan Pakai Dana Tidak Terduga

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi corona virus diseases 2019 (covid-19) untuk masyarakat.

Pemerintah juga tidak ingin membebankan masyarakat untuk membelinya. Untuk itu pemerintah sedang melakukan langkah untuk mencari solusinya. Salah satunya dengan menggunakan dana tidak terduga pada anggaran 2021.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung, Minhairin mengatakan pihaknya melakukan rapat koordinasi dalam rangka persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan penganggaran prioritas belanja lainnya dalam APBD tahun anggaran 2021. 

Pihaknya juga masih menunggu surat dari Kementerian Dalam Negeri untuk petunjuk teknisnya.

“Salah satu yang bisa digunakan dari dana tidak terduga. Pemprov Lampung bisa menganggarkan Rp30 miliar, tetapi kami masih menunggu instruksi dari pusat. Kami juga belum tahu harga vaksinnya, berapa beban pemerintah daerah dan berapa yang dibantu pusat,” katanya di Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 3 Desember 2020.

Menurutnya, dana tidak terduga sebesar Rp30 miliar untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak terduga seperti penanggulangan bencana alam maupun non alam, bencana sosial, dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah. 

Kemudian ia juga belum mengetahui bisa digunakan untuk akhir Desember ini. Sebab, pihaknya masih menunggu kelanjutan informasi ketersediaan vaksinnya. Untuk itu pihaknya menunggu vaksin terlebih dahulu.

“Kami juga belum tau pembagian vaksinnya di pusat, karena ada yang mandiri dan pemerintah. Pemerintah ini jugakan dibagi untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kami tunggu itu,” ujarnya

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana mengatakan Provinsi merencanakan akan melakukan uji coba vaksin covid-19 dari Kementerian Kesehatan. 

Untuk uji coba akan dilakukan kepada 78 orang di Lampung diberikan untuk tenaga kesehatan, penjaga kereta api, TNI dan Polri. Namun, jika vaksinisasi secara keseluruhan kepada 4.988.624 orang Lampung belum datang dari Cina dengan nama vaksin sinovac. 

Sedangkan untuk imunisasi Covid-19 akan diberikan kepada kelompok tertentu yakni kelompok rentan usia 18–59 tahun, kelompok prioritas tenaga kesehatan, kelompok prioritas lainnya, kelompok resiko tinggi, kelompok pekerja, kontak erat, probable serta administrator pemerintah dalam pelayanan publik.

Beberapa di antaranya juga, mempertimbangkan jumlah kasus positif, jumlah penduduk, luas wilayah, hingga tingkat risiko penularannya. Lokasi simulasi vaksinasi di sejumlah fasilitas kesehatan harus betul dicek. Hal itu untuk memastikan vaksinasi yang direncanakan Desember 2020 hingga Januari 2021 berjalan lancar. (Lampost)

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn